As-Saaffaat

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

 

[1]

Demi (hamba-hambaKu) yang berbaris dengan berderet-deret -

[2]

(Hamba-hambaKu) yang melarang (dari kejahatan) dengan sesungguh-sungguhnya -

[3]

(Hamba-hambaKu) yang membaca kandungan Kitab Suci;

[4]

(Sumpah demi sumpah) sesungguhnya Tuhan kamu hanyalah Satu -

[5]

Tuhan (yang mencipta serta mentadbirkan) langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya, dan Tuhan (yang mengatur) tempat-tempat terbit matahari.

[6]

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat (pada penglihatan penduduk bumi) dengan hiasan bintang-bintang.

[7]

Dan (Kami pelihara urusan langit itu) dengan serapi-rapi kawalan dari (masuk campur) tiap-tiap Syaitan yang derhaka;

[8]

(Dengan itu) mereka tidak dapat memasang telinga mendengar (percakapan malaikat) penduduk langit, dan mereka pula direjam (dengan api) dari segala arah dan penjuru,

[9]

Untuk mengusir mereka; dan mereka pula beroleh azab seksa yang tidak putus-putus.

[10]

Kecuali sesiapa di antara Syaitan-syaitan itu yang curi mendengar mana-mana percakapan (malaikat), maka ia diburu dan diikuti (dengan rejaman) api yang menjulang lagi menembusi.

[11]

(Setelah nyata kekuasaan Kami) maka bertanyalah (wahai Muhammad) kepada mereka (yang ingkarkan hidupnya semula orang-orang mati): Adakah diri mereka lebih sukar hendak diciptakan, atau makhluk-makhluk lain yang Kami telah ciptakan? Sesungguhnya Kami telah mencipta mereka dari tanah liat (yang senang diubah dan diciptakan semula).

[12]

(Pertanyaan itu tidak juga berfaedah kepada mereka) bahkan engkau merasa hairan (terhadap keingkaran mereka), dan sebaliknya mereka mengejek-ejek (peneranganmu).

[13]

Dan apabila diperingatkan, mereka tetap tidak mahu menerima peringatan itu.

[14]

Dan apabila mereka melihat sesuatu tanda (yang membuktikan kekuasaan Kami dan kebenaranmu), mereka mencari-cari jalan memperolok-olokkannya, -

[15]

Serta mereka berkata: "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.

[16]

"Adakah sesudah kita mati serta menjadi tanah dan tulang, adakah kita akan dibangkitkan hidup semula?

[17]

"Dan adakah juga datuk nenek kita yang telah lalu (akan dibangkitkan hidup semula)?"

[18]

Jawablah (wahai Muhammad): "Ya, benar !(Kamu semua akan dibangkitkan) dengan keadaan hina-dina ".

[19]

(Kebangkitan ini mudah) kerana sesungguhnya ia boleh berlaku hanyalah dengan suara sahaja, maka dengan serta mereka semuanya (bangkit) melihat (apa yang akan jadi).

[20]

Dan (pada saat itu) mereka berkata:" Wahai celakanya kami, ini ialah hari balasan!"

[21]

(Lalu malaikat berkata kepada mereka): " Ini ialah hari memutuskan hukum untuk memberi balasan yang dahulu kamu mendustakannya ".

[22]

(Allah berfirman kepada malaikat):" Himpunkanlah orang-orang yang zalim itu, dan orang-orang yang berkeadaan seperti mereka, serta benda-benda yang mereka sembah -

[23]

"Yang lain dari Allah serta hadapkanlah mereka ke jalan yang membawa ke neraka.

[24]

"Dan hentikanlah mereka (menunggu), kerana sesungguhnya mereka akan disoal:

[25]

"Mengapa kamu tidak bertolong-tolongan (sebagaimana yang kamu dakwakan dahulu?"

[26]

(Mereka pada ketika itu tidak dapat berbuat apa-apa) bahkan mereka pada hari itu menyerah diri dengan hina (untuk diadili);

[27]

Dan masing-masing pun mengadap satu sama lain, sambil kata mengata dan cela mencela.

[28]

Pengikut-pengikut berkata (kepada ketuanya):" Sesungguhnya kamu dahulu selalu datang menyekat kami (daripada beriman) dengan menggunakan kuasa kamu".

[29]

Ketua-ketuanya menjawab: " (Tidak!) Bahkan kamulah sendiri tidak mahu menjadi orang-orang yang beriman!

[30]

"Dan kami (selain daripada mengajak kamu (tidak mempunyai sebarang kuasa memerintah kamu, bahkan kamu sememangnya kaum yang melampaui batas.

[31]

(Dengan keadaan diri kita yang sedemikian) maka tetaplah di atas kita janji seksa (yang dijanjikan) oleh Tuhan kita, bahawa kita semua tentu akan merasai (azab itu).

[32]

"(Dengan sebab ketentuan yang tersebut) maka kami pun mengajak kamu menjadi sesat, kerana sebenarnya kami adalah orang-orang sesat"

[33]

Maka sesungguhnya mereka semua pada hari itu, menderita azab bersama.

[34]

Sesungguhnya demikianlah Kami melakukan kepada orang-orang yang berdosa.

[35]

Sebenarnya mereka dahulu apabila dikatakan kepadanya;" (ketahuilah, bahawa) tiada Tuhan yang sebenar-benarnya melainkan Allah" - mereka bersikap takbur mengingkarinya, -

[36]

Serta mereka berkata: " Patutkah kami mesti meninggalkan tuhan-tuhan yang kami sembah, kerana mendengar ajakan seorang penyair gila?"

[37]

(Tidak! Nabi Muhammad bukan penyair dan bukan pula seorang gila) bahkan ia telah membawa kebenaran (tauhid), dan mengesahkan kebenaran (tauhid) yang dibawa oleh Rasul-rasul (yang terdahulu daripadanya).

[38]

Sesungguhnya kamu (wahai orang-orang musyrik) akan merasai azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

[39]

Dan kamu tidak dibalas melainkan (dengan balasan yang sepadan) dengan apa yang kamu telah kerjakan;

[40]

Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari sebarang syirik,

[41]

Mereka itu beroleh limpah kurnia yang termaklum,

[42]

Iaitu buah-buahan (yang lazat), serta mereka mendapat penghormatan,

[43]

Di dalam syurga-syurga yang penuh melimpah dengan berjenis-jenis nikmat.

[44]

Mereka duduk berhadap-hadapan di atas pelamin-pelamin kebesaran;

[45]

Diedarkan kepada mereka piala yang berisi arak (yang diambil) dari sungainya yang mengalir,

[46]

Minuman itu putih bersih, lagi lazat rasanya, bagi orang-orang yang meminumnya,

[47]

Ia tidak mengandungi sesuatu yang membahayakan, dan tidak pula mereka mabuk kerana menikmatinya.

[48]

Sedang di sisi mereka ada pula bidadari-bidadari yang tidak menumpukan pandangannya melainkan kepada mereka, lagi yang amat indah luas matanya;

[49]

(Putih kekuning-kuningan) seolah-olah mereka telur (burung kasuari) yang tersimpan dengan sebaik-baiknya.

[50]

(Tinggalah penduduk Syurga itu menikmati kesenangan), lalu setengahnya mengadap yang lain, sambil berbincang dan bertanya-tanyaan.

[51]

Seorang di antaranya berkata: " Sesungguhnya aku (di dunia) dahulu, ada seorang rakan (yang menempelak daku).

[52]

"katanya: Adakah engkau juga salah seorang dari golongan yang mengakui benarnya (kebangkitan orang-orang mati pada hari akhirat)?

[53]

"Adakah sesudah kita mati dan menjadi tanah dan tulang, adakah kita akan (dihidupkan semula serta) dibalas apa yang telah kita lakukan? " '

[54]

(Setelah menceritakan perihal rakannya itu) ia berkata lagi: " Adakah kamu hendak melihat (keadaan rakanku yang ingkar itu)?"

[55]

Maka ia pun memandang (ke arah neraka), lalu dilihatnya rakannya itu berada ditengah-tengah neraka yang menjulang-julang.

[56]

Ia pun (menempelaknya dengan) berkata:" Demi Allah! Nyaris-nyaris engkau menceburkan daku dalam kebinasaan.

[57]

"Dan kalaulah tidak disebabkan nikmat pemberian Tuhanku (dengan hidayah petunjuk), nescaya akan menjadilah daku dari orang-orang yang dibawa hadir (untuk menerima balasan azab) ".

[58]

(Kemudian ia berkata kepada rakan-rakanya yang sedang menikmati kesenangan di Syurga bersama): " Bukankah kita (setelah mendapat nikmat-nikmat ini) tidak akan mati lagi, -

[59]

"Selain dari kematian kita yang dahulu, dan kita juga tidak akan terkena seksa?"

[60]

Sesungguhnya (nikmat-nikmat kesenangan Syurga) yang demikian, ialah sebenar-benar pendapatan dan kemenangan yang besar.

[61]

Untuk memperoleh (kejayaan) yang seperti inilah hendaknya orang-orang yang beramal melakukan amal usahanya dengan bersungguh-sungguh (di dunia).

[62]

Manakah yang lebih baik, limpah kurniaan yang termaklum itu atau pokok zaqqum?

[63]

Sesungguhnya Kami jadikan pokok zaqqum itu satu ujian bagi orang-orang yang zalim (di dunia dan azab seksa bagi mereka di akhirat).

[64]

Sebenarnya ia sebatang pohon yang tumbuh di dasar neraka yang marak menjulang;

[65]

Buahnya seolah-olah kepala Syaitan-syaitan;

[66]

Maka sudah tentu mereka akan makan dari buahnya (sekalipun pahit dan busuk), sehingga mereka memenuhi perut darinya.

[67]

Kemudian, sesungguhnya mereka akan beroleh lagi - selain itu- satu minuman campuran dari air panas yang menggelegak.

[68]

Setelah (mereka dibawa minum) maka tempat kembali mereka tetaplah ke dalam neraka yang menjulang-julang.

[69]

Sebenarnya mereka telah mendapati datuk nenek mereka berada dalam kesesatan;

[70]

Lalu mereka terburu-buru menurut jejak langkah datuk neneknya.

[71]

Dan demi sesungguhnya, telah sesat juga - sebelum kaummu (wahai Muhammad) - kebanyakan kaum-kaum yang telah lalu.

[72]

Pada hal, demi sesungguhnya, Kami telahpun mengutus dalam kalangan kaum-kaum itu, Rasul-rasul pemberi amaran.

[73]

Maka lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang (yang mendustakan Rasul-rasul Kami) setelah diberi amaran, -

[74]

Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari sebarang syirik (maka mereka akan terselamat dan mendapat sebaik-baik balasan).

[75]

Dan demi sesungguhnya, Nabi Nuh telah berdoa merayu kepada Kami (memohon pertolongan), maka Kami adalah sebaik-baik yang kabulkan doa permohonan.

[76]

Dan Kami telah selamatkan dia bersama-sama dengan keluarga dan pengikut-pengikutnya, dari kesusahan yang besar.

[77]

Dan Kami jadikan zuriat keturunannya sahaja orang-orang yang tinggal hidup (setelah Kami binasakan kaumnya yang ingkar).

[78]

Dan Kami kekalkan baginya (nama yang harum) dalam kalangan orang-orang yang datang kemudian:

[79]

"Salam sejahtera kepada Nabi Nuh dalam kalangan penduduk seluruh alam ! "

[80]

Demikianlah sebenarnya Kami membalas orang-orang yang berusaha mengerjakan amal-amal yang baik.

[81]

Sesungguhnya Nabi Nuh itu dari hamba-hamba Kami yang beriman.

[82]

Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain (yang mendustakannya).

[83]

Dan sesungguhnya di antara orang-orang yang menegakkan (ajaran yang dibawa oleh) Nabi Nuh ialah Nabi Ibrahim.

[84]

Ketika ia mematuhi perintah tuhannya dengan hati yang suci murni.

[85]

Ketika ia berkata kepada bapanya dan kaumnya: " Apa yang kamu sembah?

[86]

"Patutkah kamu menyembah tuhan-tuhan yang lain dari Allah, kerana kamu memutar belitkan kebenaran semata-mata (bukan kerana benarnya)?

[87]

"Maka bagaimana fikiran kamu pula terhadap Allah Tuhan sekalian alam?"

[88]

Kemudian ia memandang dengan satu renungan kepada bintang-bintang (yang bertaburan di langit),

[89]

Lalu berkata: "Sesungguhnya aku merasa sakit (tak dapat turut berhari raya sama)".

[90]

Setelah (mendengar kata-katanya) itu, mereka berpaling meninggalkan dia.

[91]

Lalu ia pergi kepada berhala-berhala mereka secara bersembunyi, serta ia bertanya (kepada berhala-berhala itu, secara mengejek-ejek): "Mengapa kamu tidak makan?

[92]

"Mengapa kamu tidak menjawab?"

[93]

Lalu ia memukul berhala-berhala itu dengan tangan kanannya (sehingga pecah berketul-ketul).

[94]

(Setelah kaumnya mengetahui hal itu) maka datanglah mereka beramai-ramai kepadanya.

[95]

(Bagi menjawab bantahan mereka), ia berkata: "Patutkah kamu menyembah benda-benda yang kamu pahat?

[96]

"Padahal Allah yang mencipta kamu dan benda-benda yang kamu buat itu!"

[97]

(Setelah tak dapat berhujah lagi, ketua-ketua) mereka berkata: "Binalah untuk Ibrahim sebuah tempat (untuk membakarnya), kemudian campakkan dia ke dalam api yang menjulang-julang itu".

[98]

Maka mereka (dengan perbuatan membakar Nabi Ibrahim itu) hendak melakukan angkara yang menyakitinya, lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang terkebawah (yang tidak berjaya maksudnya).

[99]

Dan Nabi Ibrahim pula berkata: "Aku hendak (meninggalkan kamu) pergi kepada Tuhanku, Ia akan memimpinku (ke jalan yang benar).

[100]

" Wahai Tuhanku! Kurniakanlah kepadaku anak yang terhitung dari orang-orang yang soleh!"

[101]

Lalu Kami berikan kepadanya berita yang mengembirakan, bahawa ia akan beroleh seorang anak yang penyabar.

[102]

Maka ketika anaknya itu sampai (ke peringkat umur yang membolehkan dia) berusaha bersama-sama dengannya, Nabi Ibrahim berkata: "Wahai anak kesayanganku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahawa aku akan menyembelihmu; maka fikirkanlah apa pendapatmu?". Anaknya menjawab: "Wahai ayah, jalankanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah, ayah akan mendapati daku dari orang-orang yang sabar".

[103]

Setelah keduanya berserah bulat-bulat (menjunjung perintah Allah itu), dan Nabi Ibrahim merebahkan anaknya dengan meletakkan iringan mukanya di atas tompok tanah, (Kami sifatkan Ibrahim - dengan kesungguhan azamnya itu telah menjalankan perintah Kami),

[104]

Serta Kami menyerunya: "Wahai Ibrahim!

[105]

"Engkau telah menyempurnakan maksud mimpi yang engkau lihat itu". Demikianlah sebenarnya Kami membalas orang-orang yang berusaha mengerjakan kebaikan.

[106]

Sesungguhnya perintah ini adalah satu ujian yang nyata;

[107]

Dan Kami tebus anaknya itu dengan seekor binatang sembelihan yang besar;

[108]

Dan Kami kekalkan baginya (nama yang harum) dalam kalangan orang-orang yang datang kemudian:

[109]

"Salam sejahtera kepada Nabi Ibrahim!".

[110]

Demikianlah Kami membalas orang-orang yang berusaha mengerjakan kebaikan.

[111]

Sesungguhnya Nabi Ibrahim itu dari hamba-hamba Kami yang beriman.

[112]

Dan Kami pula berikan kepadanya berita yang mengembirakan, bahawa ia akan beroleh (seorang anak): Ishak, yang akan menjadi Nabi, yang terhitung dari orang-orang yang soleh.

[113]

Dan Kami limpahi berkat kepadanya dan kepada (anaknya): Ishak; dan di antara zuriat keturunan keduanya ada yang mengerjakan kebaikan, dan ada pula yang berlaku zalim dengan nyata, terhadap dirinya sendiri.

[114]

Dan demi sesungguhnya! kami telah melimpahkan nikmat pemberian kepada Nabi Musa dan Nabi Harun.

[115]

Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari kesusahan yang besar;

[116]

Dan Kami menolong mereka sehingga menjadilah mereka orang-orang yang berjaya mengalahkan (lawannya);

[117]

Dan Kami berikan kepada keduanya Kitab Suci yang amat jelas keterangannya;

[118]

Dan Kami berikan hidayah petunjuk kepada keduanya ke jalan yang lurus.

[119]

Dan Kami kekalkan bagi keduanya (nama yang harum) dalam kalangan orang-orang yang datang kemudian:

[120]

"Salam sejahtera kepada Nabi Musa dan Nabi Harun!"

[121]

Demikianlah sebenarnya Kami membalas orang-orang yang berusaha mengerjakan kebaikan.

[122]

Sesungguhnya mereka berdua adalah dari hamba-hamba Kami yang beriman.

[123]

Dan sesungguhnya Nabi Ilyas adalah dari Rasul-rasul (Kami) yang diutus.

[124]

(Ingatkanlah peristiwa) ketika ia berkata kepada kaumnya: "Hendaklah kamu mematuhi suruhan Allah dan menjauhi laranganNya.

[125]

"Patutkah kamu menyembah berhala Ba'la, dan kamu meninggalkan (ibadat kepada) sebijak-bijak pencipta?

[126]

"Iaitu Allah Tuhan kamu, dan Tuhan datuk nenek kamu yang telah lalu!"

[127]

Maka mereka mendustakannya; akibatnya mereka tetap akan dibawa hadir (untuk diseksa),

[128]

Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari sebarang syirik (maka mereka akan terselamat, dan mendapat sebaik-baik balasan).

[129]

Dan Kami kekalkan bagi Nabi Ilyas (nama yang harum) dalam kalangan orang-orang yang datang kemudian:

[130]

"Salam sejahtera kepada Nabi Ilyas!"

[131]

Demikianlah sebenarnya Kami membalas orang-orang yang berusaha mengerjakan kebaikan.

[132]

Sesungguhnya Nabi Ilyas itu dari hamba-hamba Kami yang beriman.

[133]

Dan sesungguhnya Nabi Lut adalah dari Rasul-rasul (Kami) yang diutus.

[134]

(ingatkanlah peristiwa) ketika kami selamatkan dia dan keluarga serta pengikut-pengikutnya semuanya,

[135]

Kecuali seorang perempuan tua tertinggal dalam golongan yang dibinasakan.

[136]

Kemudian Kami hancurkan yang lain (dari pengikut-pengikut Nabi Lut).

[137]

Dan sesungguhnya kamu (yang menentang Nabi Muhammad): berulang-alik (melalui bekas-bekas tempat tinggal) mereka, semasa kamu berada pada waktu pagi.

[138]

Dan juga pada waktu malam; maka mengapa kamu tidak mahu memikirkannya?.

[139]

Dan sesungguhnya Nabi Yunus adalah dari Rasul-rasul (Kami) yang diutus.

[140]

(Ingatkanlah peristiwa) ketika ia melarikan diri ke kapal yang penuh sarat.

[141]

(Dengan satu keadaan yang memaksa) maka dia pun turut mengundi, lalu menjadilah ia dari orang-orang yang kalah yang digelunsurkan (ke laut).

[142]

Setelah itu ia ditelan oleh ikan besar, sedang ia berhak ditempelak.

[143]

Maka kalaulah ia bukan dari orang-orang yang sentiasa mengingati Allah (dengan zikir dan tasbih),

[144]

Tentulah ia akan tinggal di dalam perut ikan itu hingga ke hari manusia dibangkitkan keluar dari kubur.

[145]

Oleh itu Kami campakkan dia keluar (dari perut ikan) ke tanah yang tandus (di tepi pantai), sedang ia berkeadaan sakit.

[146]

Dan Kami tumbuhkan (untuk melindunginya) sebatang pokok yang berdaun lebar.

[147]

Dan (Nabi Yunus yang tersebut kisahnya itu) Kami utuskan kepada (kaumnya yang seramai) seratus ribu atau lebih.

[148]

(Setelah berlaku apa yang berlaku) maka mereka pun beriman, lalu Kami biarkan mereka menikmati kesenangan hidup hingga ke suatu masa (yang ditetapkan bagi masing-masing).

[149]

(Oleh sebab ada di antara kaum musyrik Arab yang mendakwa bahawa malaikat itu anak-anak perempuan Allah) maka bertanyalah (wahai Muhammad) kepada mereka itu: Adilkah mereka membahagi untuk Tuhanmu anak-anak perempuan, dan untuk mereka anak-anak lelaki?

[150]

Atau adakah mereka hadir sendiri menyaksikan Kami mencipta malaikat-malaikat itu - perempuan?

[151]

Ketahuilah! Bahawa sesungguhnya, dengan sebab terpesongnya dari kebenaran, mereka berkata:

[152]

"Allah beranak"; sedang mereka, sesungguhnya adalah orang-orang yang berdusta!

[153]

(Patutkah kamu mendakwa bahawa Tuhan mempunyai anak, dan anak itu pula ialah anak-anak perempuan yang kamu tidak sukai?) Adakah Tuhan memilih serta mengutamakan anak-anak perempuan dari anak-anak lelaki (sedang kedua-dua jenis itu Dia lah yang menciptakannya)?

[154]

Apa sudah jadi kamu? Bagaimana kamu menetapkan hukum (yang terang-terang salahnya itu)?

[155]

Setelah ditegur, maka tidakkah kamu mahu berusaha mengingatkan (bahawa Allah mustahil bagiNya anak-pinak)?

[156]

Atau adakah kamu mempunyai sebarang bukti yang nyata (menerangkan bahawa malaikat itu anak-anak perempuan Allah)?

[157]

(Kiranya ada) maka bawalah kitab kamu (yang menerangkan demikian), jika betul kamu orang-orang yang benar.

[158]

(Mereka telah mengatakan perkara yang mustahil) serta mengadakan pertalian kerabat di antara Allah dan malaikat, padahal demi sesungguhnya malaikat itu sedia mengetahui bahawa sebenarnya orang-orang yang melakukan demikian akan dibawa hadir (ke dalam azab pada hari akhirat).

[159]

Maha Suci Allah dari apa yang mereka katakan itu!

[160]

Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari sebarang syirik, (maka mereka akan terselamat, dan akan mendapat sebaik-baik balasan).

[161]

Maka sebenarnya kamu (wahai orang-orang musyrik), dan apa yang kamu sembah itu.

[162]

Tidak akan dapat merosakkan perhubungan seseorang dengan Tuhannya,

[163]

kecuali orang-orang yang telah ditetapkan bahawa dia akan dibakar di dalam neraka yang menjulang-julang.

[164]

(Malaikat pula menegaskan pendirian mereka dengan berkata): "Dan tiada sesiapapun dari kalangan kami melainkan ada baginya darjat kedudukan yang tertentu (dalam menyempurnakan tugasnya);

[165]

"Dan sesungguhnya kamilah yang sentiasa berbaris (menjunjung perintah dan beribadat),

[166]

"Dan sesungguhnya kamilah yang sentiasa bertasbih (mensucikan Allah dari sebarang sifat kekurangan)!"

[167]

Dan sebenarnya mereka (yang musyrik) itu dahulu pernah berkata:

[168]

"Kalaulah ada di sisi kami Kitab Suci dari (bawaan Rasul-rasul) yang telah lalu

[169]

"Tentulah kami akan menjadi hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari sebarang syirik!"

[170]

(Setelah Al-Quran diturunkan kepada mereka) mereka mengingkarinya; oleh itu mereka akan mengetahui kelak (akibat kekufurannya).

[171]

Dan demi sesungguhnya! Telah ada semenjak dahulu lagi, ketetapan Kami, bagi hamba-hamba Kami yang diutus menjadi Rasul -

[172]

Bahawa sesungguhnya merekalah orang-orang yang diberikan pertolongan mencapai kemenangan

[173]

Dan bahawasanya tentera Kami (pengikut-pengikut Rasul), merekalah orang-orang yang mengalahkan (golongan yang menentang kebenaran).

[174]

Oleh itu berpalinglah (wahai Muhammad) dari mereka, (jangan hiraukan celaan mereka serta bersabarlah) hingga ke suatu masa.

[175]

Dan lihat (apa yang akan menimpa) mereka; tidak lama kemudian mereka akan melihat (kemenangan yang telah Kami tetapkan untukmu).

[176]

Maka tidaklah patut mereka meminta disegerakan azab (yang telah ditetapkan oleh) Kami!

[177]

Kerana apabila azab itu turun dalam daerah dan kawasan mereka, sudah tentu buruklah hari orang-orang yang tidak mengindahkan amaran yang telah diberikan.

[178]

Dan berpalinglah (wahai Muhammad) dari mereka, (jangan hiraukan celaan mereka serta bersabarlah) hingga ke suatu masa.

[179]

Dan lihatlah (apa yang akan jadi); tidak lama kemudian, mereka pun akan melihat juga.

[180]

Akuilah kesucian Tuhanmu, - Tuhan yang mempunyai keagungan dan kekuasaan, - dari apa yang mereka katakan!

[181]

Dan (ucaplah) salam sejahtera kepada sekalian Rasul.

[182]

Serta (ingatlah bahawa) segala puji tertentu bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan seluruh alam.