Part 19

 

[21]

Dan berkatalah pula orang-orang yang tidak percaya akan menemui Kami: "Mengapa tidak diturunkan malaikat kepada kita, atau kita dapat melihat Tuhan kita?" Demi sesungguhnya, mereka telah bersikap sombong angkuh dalam diri mereka sendiri, dan telah melampaui batas dengan cara yang sebesar-besarnya.

[22]

(Ingatkanlah) hari mereka melihat malaikat, pada hari itu tiadalah sebarang berita gembira bagi orang-orang yang bersalah (bahkan sebaliknya), dan mereka akan berkata: "Semoga kita jauh - dijauhkan (dari sebarang keadaan yang buruk)".

[23]

Dan Kami tujukan perbicaraan kepada apa yang mereka telah kerjakan dari jenis amal (yang mereka pandang baik), lalu Kami jadikan dia terbuang sebagai debu yang berterbangan.

[24]

Ahli-ahli Syurga pada hari itu lebih baik tempat menetapnya, dan lebih elok tempat rehatnya.

[25]

Dan (sebutkanlah perihal) hari segala langit pecah-belah (disertakan) dengan kumpulan awan (yang berisi malaikat), dan (pada hari yang tersebut) diturunkan malaikat itu dengan cara berpasuk-pasukan.

[26]

Kuasa pemerintahan yang sebenar-benarnya pada hari itu adalah tertentu bagi Allah Yang Maha melimpah rahmatNya, dan adalah ia satu masa yang amat sukar keadaannya kepada orang-orang kafir.

[27]

Dan (ingatkanlah) perihal hari orang-orang yang zalim menggigit kedua-dua tangannya (marahkan dirinya sendiri) sambil berkata: "Alangkah baiknya kalau aku (di dunia dahulu) mengambil jalan yang benar bersama-sama Rasul?

[28]

"Wahai celakanya aku, alangkah baiknya kalau aku tidak mengambil si dia itu menjadi sahabat karib!

[29]

"Sesungguhnya dia telah menyesatkan daku dari jalan peringatan (Al-Quran) setelah ia disampaikan kepadaku. Dan adalah Syaitan itu sentiasa mengecewakan manusia (yang menjadikan dia sahabat karibnya)".

[30]

Dan berkatalah Rasul: "Wahai Tuhanku sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Quran ini satu perlembagaan yang ditinggalkan, tidak dipakai".

[31]

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi, musuh dari kalangan orang-orang yang bersalah; dan cukuplah Tuhanmu (wahai Muhammad) menjadi Pemimpin (ke jalan mengalahkan mereka) serta menjadi Penolong (bagimu terhadap mereka).

[32]

Dan orang-orang yang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan Al-Quran itu kepada Muhammad semuanya sekali (dengan sekaligus)?" Al-Quran diturunkan dengan cara (beransur-ansur) itu kerana Kami hendak menetapkan hatimu (wahai Muhammad) dengannya, dan Kami nyatakan bacaannya kepadamu dengan teratur satu persatu.

[33]

Dan mereka tidak membawa kepadamu sesuatu kata-kata yang ganjil (untuk menentangmu) melainkan Kami bawakan kepadamu kebenaran dan penjelasan yang sebaik-baiknya (untuk menangkis segala yang mereka katakan itu).

[34]

Orang-orang yang akan diseret beramai-ramai ke neraka Jahannam (dengan tertiarap) atas mukanya, merekalah orang-orang yang amat buruk keadaannya dan amat sesat jalannya.

[35]

Dan sesungguhnya Kami telah berikan Kitab Taurat kepada Nabi Musa, dan Kami lantik saudaranya Nabi Harun, sebagai menteri bersamanya.

[36]

Lalu Kami perintahkan: "Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat keterangan Kami"; maka (kesudahannya) Kami binasakan kaum itu sehancur-hancurnya.

[37]

Dan (demikian juga) kaum Nabi Nuh, ketika mereka mendustakan Rasul-rasul Kami, Kami tenggelamkan mereka, dan Kami jadikan mereka satu tanda (yang menjadi contoh) bagi umat manusia; dan Kami sediakan bagi sesiapa yang zalim; azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

[38]

Dan (demikian juga Kami telah binasakan) Aad dan Thamud serta Ashaabur-Rassyi dan banyak lagi dalam zaman-zaman di antara masa yang tersebut itu.

[39]

Dan masing-masing, telah Kami berikan kepadanya contoh tauladan yang mendatangkan iktibar, dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya.

[40]

Dan demi sesungguhnya, mereka (yang menentangmu wahai Muhammad) telah melalui bandar yang telah dihujani (dengan) azab yang buruk, maka (mengapa mereka masih berdegil), tidakkah mereka selalu dapat menyaksikannya? (Mereka tidak fikirkan yang demikian itu satu balasan kufur) bahkan mereka adalah orang-orang yang tidak ingatkan adanya kebangkitan hidup semula (untuk menerima balasan).

[41]

Dan apabila mereka melihatmu (wahai Muhammad), mereka hanyalah menjadikanmu ejek-ejekan (sambil mereka berkata): "Inikah orangnya yang diutus oleh Allah sebagai RasulNya?

[42]

"Sebenarnya ia hampir-hampir dapat menyesatkan kami dari tuhan-tuhan kami, jika tidaklah kerana kami tetap teguh menyembahnya". Dan mereka akan mengetahui kelak ketika mereka melihat azab seksa: siapakah yang sebenar-benarnya sesat jalannya.

[43]

Nampakkah (wahai Muhammad) keburukan keadaan orang yang menjadikan hawa nafsunya: tuhan yang dipuja lagi ditaati? Maka dapatkah engkau menjadi pengawas yang menjaganya jangan sesat?

[44]

Atau adakah engkau menyangka bahawa kebanyakan mereka mendengar atau memahami (apa yang engkau sampaikan kepada mereka)? Mereka hanyalah seperti binatang ternak, bahkan (bawaan) mereka lebih sesat lagi.

[45]

Tidakkah engkau melihat kekuasaan Tuhanmu? - bagaimana Ia menjadikan bayang-bayang itu terbentang (luas kawasannya) dan jika Ia kehendaki tentulah Ia menjadikannya tetap (tidak bergerak dan tidak berubah)! Kemudian Kami jadikan matahari sebagai tanda yang menunjukkan perubahan bayang-bayang itu;

[46]

Kemudian Kami tarik balik bayang-bayang itu kepada Kami, dengan beransur-ansur.

[47]

Dan Dia lah Tuhan yang menjadikan malam untuk kamu sebagai pakaian, dan menjadikan tidur untuk berhenti rehat, serta menjadikan siang untuk keluar mencari rezeki.

[48]

Dan Dia lah Tuhan yang menghantarkan angin sebagai berita gembira sebelum kedatangan rahmatNya, dan Kami menurunkan dari langit: air yang bersih suci,

[49]

Untuk Kami hidupkan dengan air itu bumi yang mati, serta memberi minum air itu kepada sebahagian dari makhluk-makhluk Kami, khasnya binatang ternak yang banyak dan manusia yang ramai.

[50]

Dan demi sesungguhnya! Kami telah berulang-ulang kali menyebarkan hujjah-hujjah di antara manusia melalui Al-Quran supaya mereka berfikir (mengenalku serta bersyukur); dalam pada itu kebanyakan manusia tidak mahu melainkan berlaku kufur.

[51]

Dan kalau Kami kehendaki, tentulah Kami utuskan dalam tiap-tiap negeri, seorang Rasul pemberi amaran.

[52]

Oleh itu, janganlah engkau (Wahai Muhammad) menurut kehendak orang-orang kafir, dan berjuanglah dengan hujjah-hujjah Al-Quran menghadapi mereka dengan perjuangan yang besar dan bersungguh-sungguh.

[53]

Dan Dia lah Tuhan yang telah mengalirkan dua laut berdampingan, yang satu tawar lagi memuaskan dahaga, dan yang satu lagi masin lagi pahit; serta Ia menjadikan antara kedua-dua laut itu sempadan dan sekatan yang menyekat percampuran keduanya.

[54]

Dan Dia lah Tuhan yang menciptakan manusia dari air, lalu dijadikannya (mempunyai) titisan baka dan penalian keluarga (persemendaan); dan sememangnya tuhanmu berkuasa (menciptakan apa jua yang dikehendakiNya).

[55]

Dan mereka (yang musyrik) menyembah benda-benda yang lain dari Allah, yang tidak memberi manfaat kepada mereka (yang menyembahnya) dan tidak pula mendatangkan mudarat kepada mereka (yang tidak menyembahnya); dan orang yang kafir selalu menjadi pembantu (bagi golongannya yang kafir) untuk menderhaka kepada tuhannya.

[56]

Dan tidaklah Kami mengutusmu (wahai Muhammad) melainkan sebagai pembawa berita gembira (kepada orang-orang yang beriman) dan pemberi amaran (kepada orang-orang yang ingkar).

[57]

Katakanlah: "Aku tidak meminta kepada kamu sebarang balasan bagi apa yang aku sampaikan kepada kamu, selain daripada berimannya seseorang yang mahu mendapatkan jalan sampainya kepada keredaan Allah".

[58]

Dan berserahlah engkau kepada Allah Tuhan Yang Hidup, yang tidak mati; serta bertasbihlah dengan memujiNya; dan cukuplah Ia mengetahui secara mendalam akan dosa-dosa hambaNya;

[59]

Tuhan yang menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya, dalam enam masa, kemudian Ia bersemayam di atas Arasy, Ialah Ar-Rahman (Tuhan Yang Maha Pemurah); maka bertanyalah akan hal itu kepada Yang Mengetahuinya.

[60]

Dan apabila dikatakan kepada mereka (yang musyrik itu): "Sujudlah kamu kepada Ar-Rahman (Tuhan Yang Maha Pemurah)!" Mereka bertanya: "Dan siapakah Ar-Rahman itu? Patutkah kami sujud kepada apa sahaja yang engkau perintahkan kami?" Dan perintah yang demikian, menjadikan mereka bertambah liar ingkar.

[61]

Maha Berkat Tuhan yang telah menjadikan di langit, tempat-tempat peredaran bintang, dan menjadikan padanya matahari serta bulan yang menerangi.

[62]

Dan Dia lah yang menjadikan malam dan siang silih berganti untuk sesiapa yang mahu beringat (memikirkan kebesaranNya), atau mahu bersyukur (akan nikmat-nikmatNya itu).

[63]

Dan hamba-hamba (Allah) Ar-Rahman (yang diredhaiNya), ialah mereka yang berjalan di bumi dengan sopan santun, dan apabila orang-orang yang berkelakuan kurang adab, hadapkan kata-kata kepada mereka, mereka menjawab dengan perkataan yang selamat dari perkara yang tidak diingini;

[64]

Dan mereka (yang diredhai Allah itu ialah) yang tekun mengerjakan ibadat kepada Tuhan mereka pada malam hari dengan sujud dan berdiri,

[65]

Dan juga mereka yang berdoa dengan berkata: Wahai Tuhan kami, sisihkanlah azab neraka Jahannam dari kami, sesungguhnya azab seksanya itu adalah mengertikan

[66]

Sesungguhnya neraka Jahannam itu tempat penetapan dan tempat tinggal yang amat buruk";

[67]

Dan juga mereka (yang diredhai Allah itu ialah) yang apabila membelanjakan hartanya, tiadalah melampaui batas dan tiada bakhil kedekut; dan (sebaliknya) perbelanjaan mereka adalah betul sederhana di antara kedua-dua cara (boros dan bakhil) itu.

[68]

Dan juga mereka yang tidak menyembah sesuatu yang lain bersama-sama Allah, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya, kecuali dengan jalan yang hak (yang dibenarkan oleh syarak), dan tidak pula berzina; dan sesiapa melakukan yang demikian, akan mendapat balasan dosanya;

[69]

Akan digandakan baginya azab seksa pada hari kiamat, dan ia pula akan kekal di dalam azab itu dengan menerima kehinaan, -

[70]

Kecuali orang yang bertaubat dan beriman serta mengerjakan amal yang baik, maka orang-orang itu, Allah akan menggantikan (pada tempat) kejahatan mereka dengan kebaikan; dan adalah Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

[71]

Dan sesiapa yang bertaubat serta beramal soleh, maka sesungguhnya (dengan itu) ia bertaubat kepada Tuhannya dengan sebenar-benar taubat;

[72]

Dan mereka (yang diredhai Allah itu ialah orang-orang) yang tidak menghadiri tempat-tempat melakukan perkara-perkara yang dilarang, dan apabila mereka bertembung dengan sesuatu yang sia-sia, mereka melaluinya dengan cara membersihkan diri daripadanya.

[73]

Dan juga mereka (yang diredhai Allah itu ialah orang-orang) yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat keterangan Tuhan mereka, tidaklah mereka tunduk mendengarnya secara orang-orang yang pekak dan buta.

[74]

Dan juga mereka (yang diredhai Allah itu ialah orang-orang) yang berdoa dengan berkata: "Wahai Tuhan kami, berilah kami beroleh dari isteri-isteri dan zuriat keturunan kami: perkara-perkara yang menyukakan hati melihatnya, dan jadikanlah kami imam ikutan bagi orang-orang yang (mahu) bertaqwa.

[75]

Mereka itu semuanya akan dibalas dengan mendapat tempat yang tinggi di Syurga disebabkan kesabaran mereka, dan mereka pula akan menerima penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,

[76]

Mereka kekal di dalam Syurga itu; amatlah eloknya Syurga menjadi tempat penetapan dan tempat tinggal.

[77]

Katakanlah (wahai Muhammad kepada golongan yang ingkar): "Tuhanku tidak akan menghargai kamu kalau tidak adanya doa ibadat kamu kepadaNya; (apabila kamu telah mengetahui bahawa Tuhanku telah menetapkan tidak menghargai seseorang pun melainkan kerana doa ibadatnya) maka sesungguhnya kamu telahpun menyalahi (ketetapan Tuhanku itu); dengan yang demikian, sudah tentu balasan azab (disebabkan kamu menyalahi itu) akan menimpa kamu".

 

Asy-Syu'araa'

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

 

[1]

Taa, Siin, Miim.

[2]

Ini ialah ayat-ayat Kitab (Al-Quran) yang jelas nyata.

[3]

Jangan-jangan pula engkau (wahai Muhammad), membinasakan dirimu dengan menanggung dukacita, kerana mereka tidak menjadi orang-orang yang beriman.

[4]

Kalau Kami mahu, tentulah Kami akan turunkan kepada mereka satu mukjizat dari langit, yang menjadikan mereka tunduk kepadanya.

[5]

Dan tidak datang kepada mereka peringatan serta pengajaran yang baharu dari (Allah) Ar-Rahman, melainkan mereka tetap berpaling mengingkarinya.

[6]

Oleh kerana mereka telah mendustakan Al-Quran, maka sudah tentu akan datang kepada mereka berita-berita (azab) mengenai perkara yang mereka ejek-ejek itu.

[7]

Masihkah mereka berdegil dan tidak memperhatikan bumi, berapa banyak kami tumbuhkan padanya dari berbagai jenis tanaman yang memberi banyak manfaat?

[8]

Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat satu tanda (yang membuktikan kekuasaan dan rahmat pengurniaan Allah); dan (dalam pada itu), kebanyakan mereka tidak juga beriman.

[9]

Dan sesungguhnya Tuhanmu (wahai Muhammad) Dia lah sahaja Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani.

[10]

Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Tuhanmu menyeru Nabi Musa: "Hendaklah engkau mendatangi kaum yang zalim, -

[11]

"Iaitu kaum Firaun; tidakkah mereka mahu mengawal diri dari kemurkaanKu?"

[12]

Nabi Musa merayu dengan berkata: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku takut bahawa mereka akan mendustakan daku.

[13]

"Dan akan sempit pula dadaku serta tidak lancar lidahku; oleh itu utuskanlah perintahMu kepada Harun (supaya ia membantuku).

[14]

"Dan lagi mereka ada mengemukakan satu tuduhan jenayah terhadapku; oleh itu aku takut mereka akan membunuhku".

[15]

Allah berfirman: "Jangan! Jangan fikir (akan berlaku apa yang engkau bimbangkan itu)! Oleh itu pergilah kamu berdua membawa mukjizat-mukjizat Kami (yang membuktikan kebenaran kamu); sesungguhnya Kami ada bersama-sama kamu: mendengar.

[16]

"Maka pergilah kamu kepada Firaun, kemudian katakanlah kepadanya: sesungguhnya kami adalah utusan Tuhan sekalian alam.

[17]

"Menyuruhmu membebaskan kaum Bani Israil mengikut kami".

[18]

Firaun menjawab: "Bukankah kami telah memeliharamu dalam kalangan kami semasa engkau kanak-kanak yang baharu lahir, serta engkau telah tinggal dalam kalangan kami beberapa tahun dari umurmu?

[19]

"Dan (bukankah) engkau telah melakukan satu perbuatan (jenayah) yang telah engkau lakukan dan (dengan itu) engkau dari orang-orang yang tidak mengenang budi?"

[20]

Nabi Musa berkata: "Aku melakukan perbuatan yang demikian sedang aku ketika itu dari orang-orang yang belum mendapat petunjuk.

[21]

"Lalu aku melarikan diri dari kamu, ketika aku merasa takut kepada kamu; kemudian Tuhanku mengurniakan daku ilmu pengetahuan ugama, dan menjadikan daku seorang RasulNya.

[22]

"Dan budimu memeliharaku yang engkau bangkit-bangkitkan itu adalah kerana engkau telah bertindak memperhambakan kaum Bani Israil.

[23]

Firaun berkata (dengan sombongnya): "Dan apa dia Tuhan sekalian alam itu?"

[24]

Nabi Musa menjawab. "Dia lah yang memiliki dan mentadbirkan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya, - kalaulah kamu mahu mendapat keyakinan dengan berdalil maka inilah jalannya".

[25]

Firaun berkata kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya: "Tidakkah kamu dengar (apa yang dikatakan olehnya)?"

[26]

Nabi Musa menegaskan lagi: "Dia lah Tuhan yang memiliki dan memelihara kamu dan Tuhan datuk nenek kamu yang telah lalu."

[27]

Firaun berkata (kepada orang-orangnya): "Sebenarnya Rasul yang diutuskan kepada kamu ini, sungguh gila?"

[28]

Nabi Musa (menerangkan lagi tentang keesaan Allah dan kekuasaanNya dengan) berkata: "Dia lah yang memiliki dan menguasai timur dan barat serta segala yang ada di antara keduanya; kalau kamu orang-orang yang berakal tentulah memahamiNya!"

[29]

Firaun berkata: "Demi sesungguhnya! Jika engkau menyembah Tuhan yang lain daripadaku, sudah tentu aku akan menjadikan engkau dari orang-orang yang dipenjarakan".

[30]

Nabi Musa menjawab: "Adakah (engkau akan memenjarakan daku juga) walau pun aku membawa kepadamu sesuatu bukti yang jelas nyata?"

[31]

Firaun berkata: "Kalau demikian, bawalah bukti itu jika betul engkau dari orang-orang yang benar".

[32]

Nabi Musa pun mencampakkan tongkatnya, maka tiba-tiba tongkatnya itu menjadi seekor ular yang jelas nyata.

[33]

Dan ia mengeluarkan tangannya, maka tiba-tiba tangannya menjadi putih (bersinar-sinar) bagi orang-orang yang melihatnya.

[34]

Firaun berkata kepada ketua-ketua kaum yang ada dikelilingnya: "Sesungguhnya orang ini (Musa) ialah seorang ahli sihir yang mahir.

[35]

"Ia bertujuan hendak mengeluarkan kamu dari negeri kamu dengan sihirnya, maka apa yang kamu syorkan?"

[36]

Mereka berkata: "Tangguhkanlah dahulu (sebarang tindakan) terhadapnya dan terhadap saudaranya, serta hantarkanlah ke bandar-bandar (negeri Mesir) orang-orang yang mengumpulkan (ahli-ahli sihir),

[37]

"Supaya mereka membawa kepadamu segala ahli sihir yang mahir".

[38]

Lalu dikumpulkanlah ahli-ahli sihir itu pada satu masa yang ditentukan, pada hari (perayaan) yang termaklum.

[39]

Dan dikatakan kepada orang ramai: "Berkumpulah kamu semuanya;.

[40]

"Semoga kita (tetap) mengikut (ugama) ahli-ahli sihir itu kiranya merekalah orang-orang yang menang".

[41]

Maka ketika ahli-ahli sihir itu datang, berkatalah mereka kepada Firaun: "Benarkah kami akan beroleh upah, kiranya kamilah orang-orang yang menang?"

[42]

Firaun menjawab: "Benar, (kamu akan mendapatnya) dan sesungguhnya kamu dengan itu akan menjadi dari orang-orang yang dekat kepadaku".

[43]

Nabi Musa berkata kepada mereka: "Campakkanlah dahulu apa yang kamu hendak campakkan".

[44]

Lalu mereka mencampakkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka sambil berkata: "Demi kekuasaan Firaun, sesungguhnya sudah tetap kamilah orang-orang yang akan menang".

[45]

Kemudian Nabi Musa pula mencampakkan tongkatnya, tiba-tiba tongkatnya itu menelan apa yang mereka pura-pura adakan (dengan sihir mereka).

[46]

Maka (kemenangan Nabi Musa menjadikan) ahli-ahli sihir itu segera merebahkan diri: sujud,

[47]

Sambil berkata: "Kami beriman kepada Tuhan sekalian alam,

[48]

"Tuhan Nabi Musa dan Nabi Harun".

[49]

Firaun berkata: "Patutkah kamu beriman kepadanya sebelum aku izinkan kamu? Sesungguhnya dia lah (Musa) ketua kamu yang mengajar kamu ilmu sihir; oleh itu kamu akan mengetahui kelak (akibatnya). Demi sesungguhnya, aku akan memotong tangan dan kaki kamu dengan bersilang kemudian aku akan memalang kamu semuanya".

[50]

Mereka menjawab: "(Ugutanmu itu) tidaklah menjadi hal! Sesungguhnya kami (tidak gentar), kerana kepada Tuhan kamilah kembalinya kami.

[51]

"Sesungguhnya kami amat berharap supaya Tuhan Kami mengampunkan dosa-dosa kami, kerana kamilah orang-orang yang mula-mula beriman (dalam peristiwa ini)".

[52]

(Allah berfirman): Dan Kami wahyukan kepada Nabi Musa: "Hendaklah engkau membawa hamba-hambaKu (kaummu) keluar pada waktu malam; sesungguhnya kamu akan dikejar (oleh Firaun dan tenteranya)".

[53]

(Setelah mengetahui keadaan itu) maka Firaun mengutus (orang-orangnya) ke bandar-bandar (negeri Mesir), untuk mengumpulkan (tenteranya),

[54]

(Sambil berkata kepada mereka): "Sesungguhnya orang-orang (Musa) itu adalah segolongan kecil,

[55]

"Dan sesungguhnya mereka melakukan perkara yang menyebabkan kita marah;.

[56]

"Dan sesungguhnya kita sekalian, sentiasa beringat dan berjaga-jaga".

[57]

Dengan sebab itu maka kami jadikan mereka (Firaun dan tenteranya) keluar meninggalkan kebun-kebun dan matair,

[58]

Dan juga khazanah-khazanah kekayaan serta tempat tinggal yang mulia.

[59]

Demikianlah keadaannya; dan Kami jadikan semua peninggalan Firaun dan tenteranya milik Bani Israil sebagai pusaka.

[60]

Maka Firaun dan tenteranya pun mengejar mereka ketika matahari terbit.

[61]

Setelah kedua-dua kumpulan itu nampak satu sama lain, berkatalah orang-orang Nabi Musa: "Sesungguhnya kita akan dapat ditawan".

[62]

Nabi Musa menjawab: "Tidak! Jangan fikir (akan berlaku yang demikian)! Sesungguhnya aku sentiasa disertai oleh Tuhanku (dengan pemuliharaan dan pertolonganNya), Ia akan menunjuk jalan kepadaku".

[63]

Lalu Kami wahyukan kepada Nabi Musa: "Pukulah laut itu dengan tongkatmu". (Setelah dipukul) maka terbelahlah laut itu (kepada beberapa bahagian), lalu menjadilah air tiap-tiap bahagian yang terbelah itu terangkat seperti gunung yang besar.

[64]

Dan Kami dekatkan golongan yang lain itu ke situ.

[65]

Dan Kami selamatkan Nabi Musa serta orang-orang yang bersama dengannya, semuanya.

[66]

Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain (yang mengejarnya).

[67]

Sesungguhnya pada peristiwa yang demikian, terdapat satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah); dan (dalam pada itu), kebanyakkan mereka tidak juga mahu beriman.

[68]

Dan sesungguhnya Tuhanmu (wahai Muhammad), Dia lah sahaja Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani.

[69]

Dan bacakanlah pula kepada mereka perihal Nabi Ibrahim.

[70]

Ketika ia berkata kepada bapanya dan kaumnya: "Apa yang kamu sembah?"

[71]

Mereka menjawab: "Kami menyembah berhala-berhala, maka (kerana memuliakannya) kami berkekalan menyembahnya".

[72]

Nabi Ibrahim bertanya: "Adakah berhala-berhala itu mendengar kamu semasa kamu menyerunya?

[73]

"Atau mereka dapat memberikan sesuatu yang ada manfaatnya kepada kamu ataupun menimpakan sesuatu bahaya?"

[74]

Mereka menjawab: "(Tidak satupun!) Bahkan kami dapati datuk nenek kami berbuat demikian".

[75]

Nabi Ibrahim berkata: "Sudahkah kamu berfikir sehingga nampak gunanya benda-benda yang kamu sembah itu? -

[76]

"(Yang sekian lama disembah oleh) kamu dan datuk nenek kamu yang dahulu?

[77]

"(Aku bertanya demikian) kerana sesungguhnya berhala-berhala itu ialah musuhKu, (aku tidak menyembah) melainkan Allah Tuhan sekalian alam;

[78]

"Tuhan yang menciptakan daku (dari tiada kepada ada), maka Dia lah yang memimpin dan memberi petunjuk kepadaku;

[79]

"Dan Tuhan yang Dia lah jua memberiku makan dan memberi minum,

[80]

"Dan apabila aku sakit, maka Dia lah yang menyembuhkan penyakitku;

[81]

"Dan (Dia lah) yang mematikan daku, kemudian Ia menghidupkan daku;

[82]

"Dan (Dia lah) yang aku harap-harapkan supaya mengampunkan dosaku pada hari kiamat;

[83]

"Wahai Tuhanku, berikanlah daku ilmu pengetahuan ugama, dan hubungkanlah daku dengan orang-orang yang soleh;

[84]

"Dan jadikanlah bagiku sebutan yang baik (nama yang harum) dalam kalangan orang-orang yang datang kemudian;

[85]

"Dan jadikanlah daku dari orang-orang yang mewarisi Syurga Jannatun-Naiim;

[86]

"Dan ampunkanlah bagi bapaku, kerana sesungguhnya ia adalah dari orang-orang yang sesat;

[87]

"Dan janganlah engkau hinakan daku pada hari makhluk-makhluk dibangkitkan hidup semula -

[88]

"Hari yang padanya harta benda dan anak-pinak tidak dapat memberikan pertolongan sesuatu apapun,

[89]

"Kecuali (harta benda dan anak-pinak) orang-orang yang datang mengadap Allah dengan hati yang selamat sejahtera (dari syirik dan penyakit munafik);

[90]

"Dan (pada hari itu) didekatkan Syurga bagi orang-orang yang bertaqwa,

[91]

"Dan diperlihatkan neraka jelas nyata kepada orang-orang yang sesat;

[92]

"Serta dikatakan kepada mereka: ` Mana dia benda-benda yang kamu sembah dahulu -

[93]

` Selain dari Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong dirinya sendiri ? '

[94]

"Lalu mereka dihumbankan ke dalam neraka dengan tertiarap, jatuh bangun berulang-ulang, - mereka dan orang-orang yang sesat bersama,

[95]

"Termasuk juga bala tentera iblis semuanya.

[96]

"Mereka berkata, sambil bertengkar sesama sendiri dalam neraka:

[97]

" ` Demi Allah! Sesungguhnya kami (semasa di dunia dahulu) adalah di dalam kesesatan yang jelas nyata,

[98]

" ` Kerana kami menyamakan kamu dengan Tuhan sekalian alam;

[99]

" ` Dan tiadalah yang menyesatkan kami melainkan golongan yang berdosa.

[100]

" ` Dengan sebab itu, tiadalah kami beroleh sesiapapun yang memberi pertolongan,

[101]

" ` Dan tiadalah juga sahabat karib yang bertimbang rasa.

[102]

" ` Maka alangkah baiknya kalau kami dapat ke dunia sekali lagi, supaya kami menjadi dari orang-orang yang beriman. ' "

[103]

Sesungguhnya pada peristiwa yang demikian itu terdapat satu tanda (yang membukitkan keesaan Allah dan kekuasaanNya); dan dalam pada itu, kebanyakan mereka tidak juga mahu beriman.

[104]

Dan sesungguhnya Tuhanmu (wahai Muhammad), Dia lah sahaja Yang Maha Kuasa, lagi Maha mengasihani.

[105]

(Demikian juga) kaum Nabi Nuh telah mendustakan Rasul-rasul (yang diutus kepada mereka.)

[106]

Ketika saudara mereka - Nabi Nuh, berkata kepada mereka: " Hendaknya kamu mematuhi suruhan Allah dan menjauhi laranganNya.

[107]

"Sesungguhnya aku ini ialah Rasul yang amanah, (yang diutus oleh Allah) kepada kamu.

[108]

" Oleh itu, takutilah kamu akan (kemurkaan) Allah, dan taatlah kepadaku.

[109]

"Dan aku tidak meminta kepada kamu sebarang upah mengenai apa yang aku sampaikan (dari Tuhanku); balasanku hanyalah terserah kepada Allah Tuhan sekalian alam.

[110]

"Maka dengan yang demikian, takutilah kamu akan (kemurkaan) Allah, dan taatlah kepadaku".

[111]

Mereka menjawab: "Patutkah kami percaya kepadamu, sedang engkau semata-mata diikut oleh orang-orang yang rendah (pangkatnya dan hina pekerjaannya)?"

[112]

Nabi Nuh berkata: "Dan apalah ada kaitannya pengetahuanku dengan (pangkat dan) pekerjaan mereka?

[113]

"Sebenarnya hitungan amal mereka hanya terserah kepada Tuhanku; kalaulah kamu menyedari dan memahaminya (kamu tidak berkata demikian).

[114]

"Dan aku tidak akan menghalau orang-orang yang beriman (daripada bercampur-gaul denganku).

[115]

"Aku ini hanyalah seorang Rasul pemberi amaran yang jelas nyata (kepada semua - tidak kira hina mulia)".

[116]

Mereka (mengugut dengan) berkata: "Jika engkau tidak mahu berhenti (daripada menyiarkan ugamamu itu) wahai Nuh, sudah tentu engkau akan menjadi dari orang-orang yang direjam!"

[117]

Nabi Nuh berdoa dengan berkata: "Wahai Tuhanku! Sesungguhnya kaumku telah mendustakan daku.

[118]

"Oleh itu, hukumkanlah antaraku dengan mereka, dengan hukuman tegas (yang menegakkan yang benar dan melenyapkan yang salah), serta selamatkanlah daku dan orang-orang yang beriman yang bersama-sama denganku"

[119]

Maka Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersama-sama dengannya dalam bahtera yang penuh sarat (dengan berbagai makhluk).

[120]

Kemudian daripada itu, Kami tenggelamkan golongan (kafir) yang tinggal (tidak turut bersama dalam bahtera).

[121]

Sesungguhnya pada peristiwa yang demikian, terdapat satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah); dan dalam pada itu, kebanyakan mereka tidak juga mahu beriman.

[122]

Dan sesungguhnya Tuhanmu (wahai Muhammad), Dia lah sahaja Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani.

[123]

(Demikian juga) kaum Aad telah mendustakan Rasul-rasul (yang diutus kepada mereka).

[124]

Ketika saudara mereka - Nabi Hud, berkata kepada mereka: "Hendaknya kamu mematuhi perintah Allah dan menjauhi laranganNya.

[125]

"Sesungguhnya aku ini seorang Rasul yang amanah, (yang diutus oleh Allah) kepada kamu.

[126]

"Oleh itu, takutilah kamu akan (kemurkaan) Allah, dan taatlah kepadaku.

[127]

"Dan aku tidak meminta kepada kamu sebarang upah mengenai apa yang aku sampaikan (dari Tuhanku); balasanku hanyalah terserah kepada Allah Tuhan sekalian alam.

[128]

"Patutkah kamu mendirikan pada tiap-tiap tempat yang tinggi bangunan-bangunan yang tersergam, padahal kamu tidak membuatnya dengan sesuatu tujuan yang baik.

[129]

"Dan kamu pula bersusah payah mendirikan istana-istana dan benteng-benteng yang kukuh dengan harapan hendak kekal hidup selama-lamanya?

[130]

"Dan apabila kamu memukul atau menyeksa, kamu melakukan yang demikian dengan kejam bengis?

[131]

"Oleh itu, takutilah kamu akan (kemurkaan) Allah dan taatlah kepadaku.

[132]

"Dan berbaktilah kamu kepada Allah yang telah menolong kamu dengan pemberian nikmat-nikmatNya yang kamu sedia mengetahuinya.

[133]

"Diberinya kamu binatang-binatang ternak (yang biak) serta anak-pinak (yang ramai),

[134]

"Dan taman-taman (yang indah permai) serta matair-matair (yang mengalir).

[135]

"Sesungguhnya aku takut, (bahawa) kamu akan ditimpa azab seksa hari yang besar (huru-haranya)".

[136]

Mereka menjawab: "Sama sahaja bagi kami, sama ada engkau beri nasihat pengajaran, atau engkau tidak menjadi dari orang-orang yang memberi nasihat pengajaran.

[137]

"Segala apa (yang engkau katakan) ini, hanyalah adat kebiasaan orang-orang dahulu-kala,

[138]

"Dan kami pula tidak akan diseksa".

[139]

Akhirnya mereka mendustakan Rasul itu, lalu Kami binasakan mereka. Sesungguhnya pada peristiwa yang demikian, terdapat satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah); dan dalam pada itu, kebanyakan mereka tidak juga mahu beriman.

[140]

Dan sesungguhnya Tuhanmu (wahai Muhammad), Dia lah sahaja Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani.

[141]

(Demikian juga) kaum Thamud telah mendustakan Rasul-rasul (yang diutus kepada mereka),

[142]

Ketika saudara mereka - Nabi Soleh, berkata kepada mereka: "Hendaknya kamu mematuhi perintah Allah dan menjauhi laranganNya.

[143]

"Sesungguhnya aku ini Rasul yang amanah, (yang diutus oleh Allah) kepada kamu.

[144]

"Oleh itu, takutilah kamu akan (kemurkaan) Allah, dan taatlah kepadaku.

[145]

"Dan aku tidak meminta kepada kamu sebarang upah mengenai apa yang aku sampaikan (dari Tuhanku), balasanku hanyalah terserah kepada Allah Tuhan sekalian alam.

[146]

"Adakah (kamu fikir), bahawa kamu akan dibiarkan sentiasa bersenang-senang dalam nikmat-nikmat yang ada di dunia ini? -

[147]

"Di dalam taman-taman (yang indah permai), dan matair-matair (yang mengalir),

[148]

"Dan kebun-kebun tanaman serta pohon-pohon tamar (kurma) yang buah mayangnya halus lembut?

[149]

"Dan kamu memahat sebahagian dari gunung-ganang sebagai tempat tinggal - dengan bijak dan bersungguh-sungguh?

[150]

"Oleh itu, takutilah kamu akan (kemurkaan) Allah, dan taatlah kepadaku;

[151]

"Dan janganlah kamu taati perintah orang-orang yang melampaui batas, -

[152]

"Iaitu orang-orang yang melakukan kerosakan di bumi dan tidak membuat kebaikan".

[153]

Mereka menjawab: "Sesungguhnya engkau ini hanyalah salah seorang dari golongan yang kena sihir!

[154]

"Engkau hanyalah seorang manusia seperti kami; oleh itu, bawakanlah satu tanda (mukjizat) jika betul engkau dari orang-orang yang benar".

[155]

Nabi Soleh berkata: "Ini adalah seekor unta betina, (di antara cara-cara hidupnya ialah) air kamu hendaklah menjadi bahagian minumnya sehari, dan bahagian kamu sehari, menurut giliran yang tertentu.

[156]

"Dan janganlah kamu menyentuhnya dengan sesuatu yang menyakitinya; (jika kamu menyakitinya) maka akibatnya kamu akan dibinasakan oleh azab seksa hari yang besar (huru-haranya)".

[157]

Akhirnya mereka menikam mati unta itu, kemudian mereka menyesal (setelah melihat kedatangan bala bencana).

[158]

Lalu mereka ditimpa azab yang membinasakan. Sesungguhnya peristiwa yang demikian mengandungi satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah); dan dalam pada itu, kebanyakan mereka tidak juga mahu beriman.

[159]

Dan sesungguhnya Tuhanmu (wahai Muhammad), Dia lah sahaja Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani.

[160]

(Demikian juga) kaum Nabi Lut telah mendustakan Rasul-rasul (yang diutus kepada mereka).

[161]

Ketika saudara mereka - Nabi Lut, berkata kepada mereka: "Hendaknya kamu mematuhi perintah Allah dan menjauhi laranganNya.

[162]

"Sesungguhnya aku ini Rasul yang amanah, (yang diutus oleh Allah) kepada kamu.

[163]

"Oleh itu, takutilah kamu akan (kemurkaan) Allah, dan taatlah kepadaku.

[164]

"Dan aku tidak meminta kepada kamu sebarang upah mengenai apa yang aku sampaikan (dari Tuhanku); balasanku hanyalah terserah kepada Allah Tuhan sekalian alam.

[165]

"Patutkah kamu melakukan hubungan jenis dengan lelaki dari kalangan manusia,

[166]

"Dan kamu tinggalkan apa yang diciptakan oleh Tuhan kamu untuk kamu (melakukan hubungan yang halal) dari badan isteri-isteri kamu? (Kamu orang-orang yang bersalah) bahkan kamu adalah kaum yang melampaui batas (keinginan kebanyaKan haiwan)!"

[167]

Mereka menjawab: "Sesungguhnya jika engkau tidak berhenti wahai Lut (daripada mencaci dan menyalahkan kami), nescaya engkau akan diusir keluar!"

[168]

Nabi Lut berkata: "Sesungguhnya aku dari orang-orang yang bencikan perbuatan kamu yang keji itu".

[169]

(Nabi Lut berdoa): "Wahai Tuhanku, selamatkanlah daku dan keluarga serta pengikut-pengikutku dari apa yang dilakukan oleh golongan (yang jahat) itu."

[170]

Maka Kami selamatkan dia dan keluarganya serta pengikut-pengikutnya - semuanya

[171]

Kecuali seorang perempuan tua tertinggal dalam golongan yang kena azab itu.

[172]

Kemudian Kami hancurkan yang lain (yang menentang Nabi Lut).

[173]

Dan Kami hujani mereka dengan hujan (azab yang membinasakan); maka amatlah buruknya hujan azab yang menimpa kaum yang telah diberi amaran.

[174]

Sesungguhnya peristiwa yang demikian, mengandungi satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah); dan dalam pada itu, kebanyakan mereka tidak juga mahu beriman.

[175]

Dan sesungguhnya Tuhanmu (wahai Muhammad), Dia lah sahaja yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani.

[176]

(Demikian juga) penduduk "Aikah" telah mendustakan Rasul-rasul (yang diutus kepada mereka).

[177]

Ketika Nabi Syuaib berkata kepada mereka: "Hendaknya kamu mematuhi perintah Allah dan menjauhi laranganNya.

[178]

"Sesungguhnya aku ini Rasul yang amanah, (yang diutus oleh Allah) kepada kamu.

[179]

"Oleh itu, takutilah kamu akan (kemurkaan) Allah, dan taatlah kepadaku.

[180]

"Dan aku tidak meminta kepada kamu sebarang upah mengenai apa yang aku sampaikan (dari Tuhanku); balasanku hanyalah terserah kepada Allah Tuhan sekalian alam.

[181]

"Hendaklah kamu menyempurnakan sukatan cupak-gantang, dan janganlah kamu menjadi golongan yang merugikan orang lain.

[182]

"Dan timbanglah dengan neraca yang betul timbangannya.

[183]

"Dan janganlah kamu mengurangi hak-hak orang ramai, dan janganlah kamu bermaharajalela melakukan kerosakan di bumi.

[184]

"Dan (sebaliknya) berbaktilah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang telah lalu".

[185]

Mereka menjawab: "Sesungguhnya engkau ini (hai Syuaib) hanyalah salah seorang dari golongan yang kena sihir.

[186]

"Dan engkau hanyalah seorang manusia seperti kami; dan sesungguhnya kami fikir engkau ini dari orang-orang yang dusta.

[187]

Oleh itu, gugurkanlah atas kami ketul-ketul (yang membinasakan) dari langit, jika betul engkau dari orang-orang yang benar!"

[188]

Nabi Syuaib berkata: "Tuhanku lebih mengetahui akan apa yang kamu lakukan".

[189]

Maka mereka tetap juga mendustakannya, lalu mereka ditimpa azab seksa hari awan mendung; sesungguhnya kejadian itu adalah merupakan azab seksa hari yang amat besar - (huru-haranya).

[190]

Sesungguhnya peristiwa yang demikian, mengandungi satu tanda (yang membuktikan kekuasaan Allah); dan dalam pada itu, kebanyakan mereka tidak juga mahu beriman.

[191]

Dan sesungguhnya Tuhanmu (wahai Muhammad), Dia lah sahaja yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani.

[192]

Dan sesungguhnya Al-Quran (yang di antara isinya kisah-kisah yang tersebut) adalah diturunkan oleh Allah Tuhan sekalian alam.

[193]

Ia dibawa turun oleh malaikat Jibril yang amanah.

[194]

Ke dalam hatimu, supaya engkau (wahai Muhammad) menjadi seorang dari pemberi-pemberi ajaran dan amaran (kepada umat manusia).

[195]

(Ia diturunkan) dengan bahasa Arab yang fasih serta terang nyata.

[196]

Dan sesungguhnya Al-Quran (tersebut juga perihalnya dan sebahagian dari pengajaran-pengajarannya) di dalam Kitab-kitab ugama orang-orang yang telah lalu.

[197]

(Tidakkah mereka yang musyrik sedarkan kebenaran itu) dan tidakkah menjadi satu keterangan kepada mereka bahawa pendita-pendita ugama Bani lsrail mengetahui akan kebenaran Al-Quran itu?

[198]

Dan sekiranya Kami turunkan Al-Quran kepada setengah orang yang bukan Arab, yang tidak tahu membaca Arab,

[199]

Kemudian ia (dikurniakan Tuhan dapat) membacakannya kepada mereka, mereka tetap juga tidak mahu percayakan bacaan itu daripada Tuhan.

[200]

Demikianlah Kami masukkan perasaan (kufur ingkar) itu ke dalam hati orang-orang yang melakukan dosa - tidak percayakan Al-Quran.

[201]

Mereka tidak beriman kepada Al-Quran sehingga mereka melihat azab yang tidak terperi sakitnya,

[202]

Lalu azab itu datang menimpa mereka secara mengejut, dengan tidak mereka menyedarinya.

[203]

Maka (pada saat itu) mereka akan berkata (dengan menyesal): "Dapatkah kiranya kami diberi tempoh?"

[204]

(Kalaulah demikian keadaan mereka) maka patutkah mereka meminta disegerakan azab Kami?

[205]

Bagaimana fikiranmu (wahai Muhammad)? Jika Kami berikan mereka menikmati kesenangan bertahun-tahun,

[206]

Kemudian mereka didatangi azab seksa yang dijanjikan kepada mereka,

[207]

(Tentulah) kesenangan yang mereka nikmati bertahun-tahun itu tidak dapat memberikan mereka sebarang pertolongan.

[208]

Dan tiadalah Kami membinasakan mana-mana negeri (yang telah dibinasakan itu), melainkan setelah diutus kepadanya lebih dahulu, Rasul-rasul pemberi amaran.

[209]

Memperingatkan mereka; dan Kami tidak sekali-kali berlaku zalim.

[210]

Dan Al-Quran itu pula tidak sekali-kali dibawa turun oleh Syaitan-syaitan.

[211]

Dan tidak layak bagi Syaitan-syaitan itu berbuat demikian, dan mereka juga tidak akan dapat melakukannya.

[212]

Sesungguhnya mereka dihalang sama sekali daripada mendengar wahyu yang dibawa oleh Malaikat.

[213]

Maka janganlah engkau (wahai Muhammad) menyembah tuhan yang lain bersama-sama Allah, akibatnya engkau akan menjadi dari golongan yang dikenakan azab seksa.

[214]

Dan berilah peringatan serta amaran kepada kaum kerabatmu yang dekat.

[215]

Dan hendaklah engkau merendah diri kepada pengikut-pengikutmu dari orang-orang yang beriman.

[216]

Kemudian jika mereka berlaku ingkar kepadamu, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu lakukan!"

[217]

Dan berserahlah kepada Allah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengasihani,

[218]

Yang melihatmu semasa engkau berdiri (mengerjakan sembahyang),

[219]

Dan (melihat) gerak-gerimu di antara orang-orang yang sujud.

[220]

Sesungguhnya Dia lah jua yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.

[221]

Mahukah, Aku khabarkan kepada kamu, kepada siapakah Syaitan-syaitan itu selalu turun?

[222]

Mereka selalu turun kepada tiap-tiap pendusta yang berdosa,

[223]

Yang mendengar bersungguh-sungguh (apa yang disampaikan oleh Syaitan-syaitan itu), sedang kebanyakan beritanya adalah dusta.

[224]

Dan Ahli-ahli syair itu, diturut oleh golongan yang sesat - tidak berketentuan hala.

[225]

Tidakkah engkau melihat bahawa mereka merayau-rayau dengan tidak berketentuan hala dalam tiap-tiap lembah (khayal dan angan-angan kosong)?

[226]

Dan bahawa mereka memperkatakan apa yang mereka tidak melakukannya?

[227]

Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh (dari kalangan penyair-penyair itu), dan mereka pula mengingati Allah banyak-banyak, serta mereka membela diri sesudah mereka dianiaya. Dan (ingatlah), orang-orang yang melakukan sebarang kezaliman, akan mengetahui kelak, ke tempat mana, mereka akan kembali.

 

An-Naml

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

 

[1]

Taa, siin. Ini ialah ayat-ayat Al-Quran, juga Kitab yang jelas nyata (kandungannya dan kebenarannya),

[2]

Menjadi hidayah petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman,

[3]

Iaitu mereka yang tetap mendirikan sembahyang dan memberi zakat, sedang mereka pula percaya dengan yakin akan hari akhirat.

[4]

Sesungguhnya orang-orang yang tidak percaya kepada hari akhirat, Kami jadikan perbuatan-perbuatan buruk mereka kelihatan baik kepada mereka; oleh itu, tinggalah mereka meraba-raba dalam kesesatan.

[5]

Merekalah orang-orang yang akan beroleh azab seksa yang buruk (di dunia) dan mereka pula pada hari akhirat adalah orang-orang yang palig rugi.

[6]

Dan sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) diberikan menyambut dan menerima Al-Quran dari sisi Allah Yang Maha Bijaksana, lagi Maha Mengetahui.

[7]

(Ingatkanlah peristiwa) ketika Nabi Musa berkata kepada isterinya: "Sesungguhnya aku ada melihat api; aku akan bawakan berita dari situ kepada kamu, atau aku akan bawakan colok api daripadanya, supaya kamu dapat memanaskan diri.

[8]

Maka apabila ia sampai ke tempat api itu, (kedengaran) ia diseru: "Berkat yang melimpah-limpah kepada orang yang berada dekat api ini dan sesiapa yang ada (di daerah) sekelilingnya; dan Maha Sucilah Allah Tuhan sekalian alam.

[9]

"Wahai Musa, sesungguhnya Akulah Allah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

[10]

Dan (sekarang) campakkanlah tongkatmu. Maka apabila ia melihat tongkatnya itu (menjadi seekor ular besar) bergerak cepat tangkas, seolah-olah seekor ular kecil, berpalinglah dia melarikan diri dan tidak menoleh lagi. (Lalu ia diseru): " Wahai Musa, janganlah takut, sesungguhnya Rasul-rasul itu semasa mengadapku (menerima wahyu), tidak sepatutnya merasa takut,

[11]

"Tetapi sesiapa yang berbuat salah, kemudian ia mengubahnya dengan melakukan kebaikan sesudah berbuat salah, maka sesungguhnya Aku Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

[12]

"Dan masukkanlah tanganmu melalui belahan dada bajumu, nescaya keluarlah ia putih bersinar-sinar dengan tidak ada cacat (ini ialah) di antara sembilan mukjizat (yang membuktikan kebenaranmu), untuk dibawa kepada Firaun dan kaumnya; sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik - derhaka.

[13]

Maka ketika keterangan-keterangan mukjizat Kami sampai kepada Firan dan kaumnya dengan jelas nyata, berkatalah mereka: " ini adalah sihir yang terang nyata!"

[14]

Dan mereka mengingkarinya secara zalim dan sombong angkuh sedang hati mereka meyakini kebenarannya. Oleh itu, lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang yang melakukan kerosakan.

[15]

Dan sesungguhnya kami telah mengurniakan ilmu pengetahuan kepada Nabi Daud dan Nabi Sulaiman; dan mereka berdua bersyukur dengan berkata: "Segala puji tertentu bagi Allah yang dengan limpah kurniaNya memberi kami kelebihan mengatasi kebanyakan hamba-hambaNya yang beriman".

[16]

Dan Nabi Sulaiman mewarisi (pangkat kenabian dan kerajaan) Nabi Daud; dan (setelah itu) Nabi Sulaiman berkata: "Wahai umat manusia, kami telah diajar mengerti bahasa pertuturan burung, dan kami telah diberikan serba sedikit dari tiap-tiap sesuatu (yang diperlukan); sesungguhnya yang demikian ini adalah limpah kurnia (dari Allah) yang jelas nyata".

[17]

Dan dihimpunkan bagi Nabi Sulaiman bala tenteranya, dari jin dan manusia serta burung; lalu mereka dijaga serta diatur keadaan dan perjalanan masing-masing.

[18]

(Maralah angkatan itu) hingga apabila mereka sampai ke "Waadin-Naml", berkatalah seekor semut: "Wahai sekalian semut, masuklah ke sarang kamu masing-masing, jangan Sulaiman dan tenteranya memijak serta membinasakan kamu, sedang mereka tidak menyedari".

[19]

Maka tersenyumlah Nabi Sulaiman mendengar kata-kata semut itu, dan berdoa dengan berkata:" Wahai Tuhanku, ilhamkanlah daku supaya tetap bersyukur akan nikmatMu yang Engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku, dan supaya aku tetap mengerjakan amal soleh yang Engkau redai; dan masukkanlah daku - dengan limpah rahmatMu - dalam kumpulan hamba-hambaMu yang soleh".

[20]

Dan (setelah itu) Nabi Sulaiman memeriksa kumpulan burung (yang turut serta dalam tenteranya) lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat burung belatuk? Adakah ia dari mereka yang tidak hadir?

[21]

"Demi sesungguhnya! Aku akan menyeksanya dengan seksa yang seberat-beratnya, atau aku akan menyembelihnya, kecuali ia membawa kepadaku alasan yang terang nyata (yang membuktikan sebab-sebab ia tidak hadir)".

[22]

Burung belatuk itu tidak lama ghaibnya selepas itu, lalu datang sambil berkata (kepada Nabi Sulaiman): "Aku dapat mengetahui secara meliputi akan perkara yang engkau tidak cukup mengetahuinya, dan aku datang kepadamu dari negeri Saba' dengan membawa khabar berita yang diyakini kebenarannya.

[23]

"Sesungguhnya aku dapati seorang perempuan memerintah mereka dan ia telah diberikan kepadanya (serba sedikit) dari tiap-tiap sesuatu (yang diperlukan) dan ia pula mempunyai singgahsana yang besar.

[24]

"Aku dapati raja perempuan itu dan kaumnya sujud kepada matahari dengan meninggalkan ibadat menyembah Allah, dan Syaitan pula memperelokkan pada pandangan mereka perbuatan (syirik) mereka, lalu menghalangi mereka dari jalan (yang benar); oleh itu mereka tidak beroleh petunjuk, -

[25]

"(Mereka dihalangi oleh Syaitan) supaya mereka tidak sujud menyembah Allah yang mengeluarkan benda yang tersembunyi di langit dan di bumi, dan yang mengetahui apa yang kamu rahsiakan serta apa yang kamu zahirkan.

[26]

"Allah! - Tiada Tuhan melainkan Dia, Tuhan yang mempunyai Arasy yang besar ".

[27]

Nabi Sulaiman berkata: Kami akan fikirkan dengan sehalus-halusnya, adakah benar apa yang engkau katakan itu, ataupun engkau dari golongan yang berdusta.

[28]

"Pergilah bawa suratku ini, serta campakkanlah kepada mereka, kemudian berundurlah dari mereka; dalam pada itu perhatikanlah apa tindak balas mereka".

[29]

(Setelah membaca surat itu), berkatalah raja perempuan negeri Saba': "Wahai ketua-ketua kamu! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sepucuk surat yang mulia.

[30]

"Sesungguhnya surat itu dari Nabi Sulaiman, dan kandungannya (seperti berikut): `Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani,

[31]

" `Bahawa janganlah kamu meninggi diri terhadapku, dan datanglah kamu kepadaku dengan menyerah diri (beriman dan mematuhi ajaran ugama Allah). ' "

[32]

Raja perempuan itu berkata lagi: "Wahai ketua-ketua kaum, berilah penjelasan kepadaku mengenai perkara yang aku hadapi ini; aku tidak pernah memutuskan sesuatu perkara sebelum kamu hadir memberi pendapat dan mempersetujuinya".

[33]

Mereka menjawab: Kita adalah orang-orang yang kuat gagah dan amat berani merempuh peperangan; dan perkara itu (walau bagaimanapun) terserahlah kepadamu; oleh itu fikirkanlah apa yang engkau hendak perintahkan.

[34]

Raja perempuan itu berkata: "Sesungguhnya raja-raja, apabila masuk ke sebuah negeri, mereka merosakkannya, dan mereka menjadikan penduduknya yang mulia hina-dina; dan sedemikian itulah mereka akan lakukan.

[35]

"Dan bahawa aku hendak menghantarkan hadiah kepada mereka, kemudian aku akan menunggu, apakah balasan yang akan dibawa balik oleh utusan-utusan kita"

[36]

Maka apabila (utusan pembawa hadiah itu) datang mengadap Nabi Sulaiman, berkatalah Nabi Sulaiman (kepadanya): "Tidaklah patut kamu memberikan kepadaku pemberian harta-benda, kerana apa yang telah diberikan Allah kepadaku lebih baik dari apa yang telah diberikanNya kepada kamu; (bukan aku yang memandang kepada pemberian hadiah) bahkan kamulah yang bergembira dengan hanya kekayaan yang dihadiahkan kepada kamu (atau yang kamu hadiahkan dengan perasaan megah).

[37]

"Kembalilah kepada mereka, (jika mereka tidak juga mahu beriman) maka demi sesungguhnya Kami akan mendatangi mereka dengan angkatan tentera yang mereka tidak terdaya menentangnya, dan kami akan mengeluarkan mereka dari negeri Saba' dengan keadaan hina, menjadi orang-orang tawanan."

[38]

Nabi Sulaiman berkata pula (kepada golongan bijak pandainya): "Wahai pegawai-pegawaiku, siapakah di antara kamu yang dapat membawa kepadaku singgahsananya sebelum mereka datang mengadapku dalam keadaan berserah diri memeluk Islam?"

[39]

Berkatalah Ifrit dari golongan jin: "Aku akan membawakannya kepadamu sebelum engkau bangun dari tempat dudukmu, dan sesungguhnya aku amatlah kuat gagah untuk membawanya, lagi amanah".

[40]

Berkata pula seorang yang mempunyai ilmu pengetahuan dari Kitab Allah: "Aku akan membawakannya kepadamu dalam sekelip mata!" Setelah Nabi Sulaiman melihat singgahsana itu terletak di sisinya, berkatalah ia: "Ini ialah dari limpah kurnia Tuhanku, untuk mengujiku adakah aku bersyukur atau aku tidak mengenangkan nikmat pemberianNya. Dan (sebenarnya) sesiapa yang bersyukur maka faedah syukurnya itu hanyalah terpulang kepada dirinya sendiri, dan sesiapa yang tidak bersyukur (maka tidaklah menjadi hal kepada Allah), kerana sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya, lagi Maha Pemurah".

[41]

Nabi Sulaiman berkata pula (kepada orang-orangnya): "Ubahkanlah keadaan singgahsananya itu, supaya kita melihat adakah ia dapat mencapai pengetahuan yang sebenar (untuk mengenal singgahsananya itu) atau ia termasuk dalam golongan yang tidak dapat mencapai pengetahuan yang demikian".

[42]

Maka ketika ia datang mengadap, Nabi Sulaiman bertanya kepadanya: Serupa inikah singahsanamu?" Ia menjawab: "Boleh jadi inilah dia; dan kami telah diberikan ilmu pengetahuan sebelum berlakunya (mukjizat) ini, dan kami pula adalah tetap berserah diri (menjunjung perintah Allah)".

[43]

Dan ia dihalangi (daripada memeluk Islam pada masa yang lalu): apa yang ia pernah menyembahnya (dari benda-benda) yang lain dari Allah; sesungguhnya adalah ia (pada masa itu) dari puak yang kafir.

[44]

(Setelah itu) dikatakan kepadanya: "Dipersilakan masuk ke dalam istana ini." Maka ketika ia melihatnya, disangkanya halaman istana itu sebuah kolam air, serta dia pun menyingsingkan pakaian dari dua betisnya. Nabi Sulaiman berkata: "Sebenarnya ini adalah sebuah istana yang diperbuat licin berkilat dari kaca". (Mendengar yang demikian), Balqis berdoa: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diri sendiri dan (sekarang aku menegaskan bahawa) aku berserah diri memeluk Islam bersama-sama Nabi Sulaiman, kepada Allah Tuhan sekalian alam ".

[45]

Dan demi sesungguhnya, Kami telah mengutus kepada kaum Thamud, saudara mereka Nabi Soleh (menyeru mereka dengan berkata): "Sembahlah kamu akan Allah!" Maka tiba-tiba mereka menjadi dua puak (mukmin dan kafir) yang berbalah.

[46]

Nabi Soleh berkata (kepada puak kafir): "Wahai kaumku, mengapa kamu segerakan kufur ingkar yang mendatangkan keburukan kepada kamu, (tidak) mendahulukan iman yang mendatangkan kebaikan kepada kamu? Alangkah baiknya kalau kamu memohon ampun kepada Allah supaya kamu diberi rahmat."

[47]

Mereka menjawab: "Kami merasa nahas dan malang dengan sebabmu, dan juga dengan sebab pengikut-pengikutmu!" Nabi Soleh berkata: Perkara yang menyebabkan baik dan malang kamu adalah di sisi Allah (dan Dia lah yang menentukannya, bukannya aku), sebenarnya kamu adalah kaum yang disesatkan (oleh hawa nafsu)".

[48]

Dan di bandar (tempat tinggal kaum Thamud) itu, ada sembilan orang yang semata-mata melakukan kerosakan di bumi (dengan berbagai-bagai maksiat) dan tidak melakukan kebaikan sedikitpun.

[49]

Mereka berkata (sesama sendiri): "Hendaklah kamu masing-masing bersumpah dengan nama Allah, bahawa sesungguhnya kita akan membunuh Soleh dan pengikut-pengikutnya secara mengejut pada waktu malam, kemudian kita akan berkata kepada warisnya: ` Kami tidak hadir (di tempat) pembunuhan (Soleh apalagi membunuhnya atau membunuh) pengikut-pengikutnya, dan sesungguhnya kami adalah berkata benar '. "

[50]

Dan (dengan demikian) mereka telah merancangkan rancangan jahat, dan Kami pula rancangkan balasannya dengan seburuk-buruk balasan, sedang mereka tidak menyedarinya.

[51]

Maka lihatlah bagaimana akibat rancangan jahat mereka, iaitu Kami telah hancurkan mereka dan kaum mereka semuanya.

[52]

Kesudahannya rumah-rumah mereka itu telah runtuh ranap, dengan sebab mereka berlaku zalim; sesungguhnya kejadian yang demikian mengandungi pelajaran yang mendatangkan iktibar bagi orang-orang yang mahu mengetahui (akan sebab dan musababnya).

[53]

Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman, serta yang selalu bertaqwa.

[54]

Dan Nabi Lut juga (Kami utuskan); (ingatlah peristiwanya) ketika ia berkata kepada kaumnya: "Patutkah kamu melakukan perbuatan yang keji sedang kamu nampak kejinya?

[55]

"Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki, bukan perempuan, kerana memuaskan nafsu syahwat kamu. (Perbuatan kamu itu amatlah keji) bahkan kamu kaum yang jahil (yang tidak mengetahui akan akibatnya)".